Acceptable Use Policy
Last updated: 2026-05-23
1. Tujuan & Ruang Lingkup
Acceptable Use Policy (AUP) ini merupakan bagian tidak terpisahkan dari Terms of Service Zapi dan menjelaskan batasan penggunaan Platform. AUP berlaku untuk seluruh tier — Free, Pro, dan Ultra — dan untuk seluruh API key yang diterbitkan di bawah akun kamu.
2. Penggunaan yang Diizinkan
Platform dapat digunakan untuk: • Konsumsi data publik untuk riset, eksperimentasi, dan side-project. • Pembangunan prototype, MVP, dan validasi produk. • Dashboard internal, business intelligence, dan analytics. • Integrasi otomasi (n8n, Zapier, custom backend) yang legal. • Pengembangan SDK / wrapper open-source dengan atribusi yang jelas ke Zapi. • Konten edukasi (tutorial, blog post, video) dengan demo penggunaan API.
3. Penggunaan yang Dilarang — Konten
Kamu DILARANG menggunakan Platform untuk: • Mengumpulkan atau memproses data pribadi (DM, kontak privat, lokasi real-time individu) tanpa persetujuan eksplisit pemilik data. • Membangun database doxing, stalkerware, atau alat surveillance terhadap individu. • Mengakses konten yang sumbernya tidak publik (private account, login-gated, paywall-gated). • Mendistribusikan konten yang melanggar hak cipta tanpa lisensi yang sah. • Menyebarkan konten ilegal, ujaran kebencian, pornografi anak, atau materi berbahaya lain.
4. Penggunaan yang Dilarang — Teknis
Kamu DILARANG: • Melakukan reverse-engineering, decompile, atau menyalin arsitektur internal Platform. • Bypass rate limit melalui multi-account, IP rotation otomatis, atau distributed key. • Menjalankan DDoS, request flood, atau infinite loop terhadap endpoint Platform. • Membangun bot yang men-scrape Platform dengan tujuan me-mirror konten. • Membuka akun atas nama identitas palsu atau orang lain tanpa kewenangan. • Mengganggu User lain (mis. dengan flooding shared resources).
5. Penggunaan yang Dilarang — Komersial
Kecuali ada perjanjian komersial tertulis terpisah dengan Zeative Labs, kamu DILARANG: • Menjual kembali (resell) akses API Zapi sebagai produk milikmu sendiri. • Me-rebrand atau me-rebrand API Zapi sebagai produk pihak ketiga. • Menggunakan tier Free untuk produksi komersial skala besar yang seharusnya masuk tier berbayar. • Membuka multiple akun Free untuk menggabungkan quota (quota stacking). • Membangun produk substitusi langsung yang isinya hanya proxy ke Zapi tanpa value tambahan.
6. Kepatuhan terhadap Sumber Data
Zapi mengakses data publik dari berbagai platform (Instagram, TikTok, YouTube, dll). Kamu wajib: • Mematuhi Terms of Service masing-masing sumber asli ketika menggunakan data dari endpoint terkait. • Tidak menggunakan data untuk tujuan yang dilarang oleh sumber asli (mis. otomasi posting massal yang dilarang ToS). • Mencantumkan atribusi sumber asli ketika menampilkan kembali konten publik ke end-user (mis. credit pemilik video YouTube). Tanggung jawab kepatuhan terhadap ToS sumber asli sepenuhnya berada di sisi User.
7. API Key & Keamanan
• Jaga kerahasiaan API key — jangan commit ke repo publik, jangan expose di client-side JavaScript. • Gunakan environment variables, secrets manager, atau backend proxy untuk akses dari frontend. • Rotasi key segera jika kamu mencurigai adanya kebocoran. • Satu key direkomendasikan untuk satu aplikasi — buat key terpisah agar memudahkan revoke jika terjadi insiden. Zapi tidak bertanggung jawab atas konsumsi quota atau biaya yang timbul akibat kebocoran key dari sisi User.
8. Rate Limit & Fair Use
Setiap tier memiliki batas rate dan quota bulanan yang tertera di halaman Pricing. Selain itu: • Hindari spike traffic mendadak (mis. 1000 req dalam 1 detik) — distribusikan request dengan jeda yang wajar. • Gunakan caching di sisi aplikasi untuk data yang jarang berubah. • Hormati header Retry-After ketika menerima response HTTP 429. • Tier Free yang menunjukkan pola fair-use abuse akan di-throttle lebih agresif.
9. Konsekuensi Pelanggaran
Bergantung pada tingkat keparahan, pelanggaran AUP dapat berakibat: • Peringatan tertulis via email (untuk pelanggaran ringan). • Throttling rate limit lebih agresif. • Pencabutan (revoke) API key tertentu tanpa pemberitahuan. • Suspend akun sementara sambil menunggu klarifikasi. • Terminasi permanen akun beserta seluruh key. • IP block tingkat infrastruktur. • Pelaporan kepada otoritas hukum yang berwenang untuk pelanggaran pidana. Zapi berhak menjalankan tindakan ini atas kebijakan tunggalnya tanpa kewajiban refund untuk biaya yang sudah dibayarkan.
10. Pengecualian & Banding
Jika kamu merasa akunmu di-suspend secara keliru, kamu dapat mengajukan banding via email ke [email protected] dengan subject "AUP APPEAL". Sertakan nama akun beserta email terdaftar, penjelasan singkat use-case kamu, dan bukti atau klarifikasi terkait aktivitas yang ditandai pelanggaran. Kami akan meninjau banding dalam 5 hari kerja.
11. Melaporkan Pelanggaran
Jika kamu mengetahui adanya User lain yang melanggar AUP — misalnya reselling key Zapi, melakukan abuse rate limit, atau menyalahgunakan data — laporkan ke [email protected] dengan subject "AUP REPORT" dan sertakan bukti pendukung seperti screenshot, link, atau deskripsi pola perilaku. Laporan ditangani secara rahasia. Kami menghargai kontribusi komunitas untuk menjaga Platform tetap sehat.
12. Perubahan AUP
AUP dapat diperbarui sewaktu-waktu untuk merespons pola abuse baru, perubahan regulasi, atau evolusi Platform. Perubahan material akan diumumkan via email dan changelog publik. Penggunaan Platform secara berkelanjutan setelah perubahan dianggap sebagai persetujuan atas AUP versi terbaru.